Berita

Minggu Kedua Implementasi Budaya Kerja ASN, Partisipasi Kendaraan Bebas Emisi di Kota Cirebon Meningkat

17 April 2026
DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
180
Bagikan ke
Minggu Kedua Implementasi Budaya Kerja ASN, Partisipasi Kendaraan Bebas Emisi di Kota Cirebon Meningkat

Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong perubahan perilaku aparatur melalui penerapan Surat Edaran Wali Kota Cirebon Nomor 000.8/7/ORG/2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN dan Pegawai BUMD. Memasuki minggu kedua pelaksanaan, Kamis (16/4/2026), partisipasi penggunaan moda transportasi bebas emisi menunjukkan tren yang positif.

Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kota Cirebon, M. Arif Kurniawan, melaporkan bahwa berdasarkan survei terhadap sekitar 4.000 pegawai di berbagai perangkat daerah, tercatat sebanyak 2.489 pegawai telah mengikuti kebijakan penggunaan kendaraan bebas emisi.

Adapun rincian moda transportasi yang digunakan meliputi 369 pegawai berjalan kaki atau jogging, 327 pegawai bersepeda, 190 pegawai menggunakan kendaraan listrik, serta 1.793 pegawai menggunakan angkutan umum. Dari jumlah pengguna angkutan umum tersebut, 871 pegawai menggunakan angkutan konvensional seperti angkot dan elf, sementara 922 pegawai memanfaatkan transportasi daring.

Dari sisi jumlah partisipasi, perangkat daerah dengan kontribusi tertinggi adalah Dinas Pendidikan (tanpa sekolah) sebanyak 159 pegawai atau 99,4 persen, serta unit sekolah dasar dan menengah sebanyak 1.013 pegawai. Disusul oleh Dinas Lingkungan Hidup sebanyak 152 pegawai (54,9 persen), dan Sekretariat Daerah sebanyak 118 pegawai (69,0 persen).

Sementara itu, berdasarkan persentase keterlibatan, tiga perangkat daerah dengan capaian 100 persen adalah Kecamatan Kesambi (63 dari 63 pegawai), Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (58 dari 58 pegawai), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (34 dari 34 pegawai).

Meski demikian, masih terdapat sejumlah pegawai yang menggunakan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak (BBM). Hal ini disebabkan oleh kebutuhan operasional tugas, jarak tempat tinggal yang cukup jauh, serta keterbatasan akses transportasi umum. Selain itu, masih terdapat dua perangkat daerah yang belum menyampaikan data monitoring pada hari tersebut.

Berbagai masukan juga disampaikan oleh pegawai, di antaranya perlunya peningkatan layanan transportasi umum yang terjangkau, penambahan armada untuk menjangkau wilayah pinggiran, serta harapan agar layanan BRT Trans Cirebon dapat kembali dioperasionalkan guna mendukung mobilitas masyarakat dan ASN secara lebih ramah lingkungan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para ASN dan pegawai BUMD dalam mendukung kebijakan ini. Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian penting dalam membangun budaya kerja yang sehat, efisien, dan berwawasan lingkungan.

“Ini bukan sekadar kebijakan, tetapi gerakan bersama untuk mengubah kebiasaan menuju pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi komitmen para ASN yang sudah berpartisipasi. Ke depan, kita akan terus evaluasi dan tingkatkan dukungan, terutama pada sektor transportasi umum,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna memastikan keberlanjutan program ini serta mendorong partisipasi yang lebih luas di masa mendatang.

Dokumentasi : Tim Media DP3APPKB Kota Cirebon

Pengolah Informasi/Penyunting : Annisa Nurul Pratiwi

Instagram : dp3appkb.kotacirebon

Kontak Perasaan : 0817122271

Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599