Minggu Kedua Implementasi Budaya Kerja ASN, Partisipasi Kendaraan Bebas Emisi di Kota Cirebon Meningkat
Cirebon – Pemerintah Kota
Cirebon terus mendorong perubahan perilaku aparatur melalui penerapan Surat
Edaran Wali Kota Cirebon Nomor 000.8/7/ORG/2026 tentang Transformasi Budaya
Kerja ASN dan Pegawai BUMD. Memasuki minggu kedua pelaksanaan, Kamis (16/4/2026),
partisipasi penggunaan moda transportasi bebas emisi menunjukkan tren yang
positif.
Asisten Administrasi
Sekretariat Daerah Kota Cirebon, M. Arif Kurniawan, melaporkan bahwa
berdasarkan survei terhadap sekitar 4.000 pegawai di berbagai perangkat daerah,
tercatat sebanyak 2.489 pegawai telah mengikuti kebijakan penggunaan kendaraan
bebas emisi.
Adapun rincian moda transportasi yang digunakan meliputi 369 pegawai berjalan kaki atau jogging, 327 pegawai bersepeda, 190 pegawai menggunakan kendaraan listrik, serta 1.793 pegawai menggunakan angkutan umum. Dari jumlah pengguna angkutan umum tersebut, 871 pegawai menggunakan angkutan konvensional seperti angkot dan elf, sementara 922 pegawai memanfaatkan transportasi daring.
Dari sisi jumlah partisipasi,
perangkat daerah dengan kontribusi tertinggi adalah Dinas Pendidikan (tanpa
sekolah) sebanyak 159 pegawai atau 99,4 persen, serta unit sekolah dasar dan
menengah sebanyak 1.013 pegawai. Disusul oleh Dinas Lingkungan Hidup sebanyak
152 pegawai (54,9 persen), dan Sekretariat Daerah sebanyak 118 pegawai (69,0
persen).
Sementara itu, berdasarkan
persentase keterlibatan, tiga perangkat daerah dengan capaian 100 persen adalah
Kecamatan Kesambi (63 dari 63 pegawai), Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan
Perindustrian (58 dari 58 pegawai), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (34 dari 34
pegawai).
Meski demikian, masih terdapat
sejumlah pegawai yang menggunakan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak
(BBM). Hal ini disebabkan oleh kebutuhan operasional tugas, jarak tempat tinggal
yang cukup jauh, serta keterbatasan akses transportasi umum. Selain itu, masih
terdapat dua perangkat daerah yang belum menyampaikan data monitoring pada hari
tersebut.
Berbagai masukan juga
disampaikan oleh pegawai, di antaranya perlunya peningkatan layanan
transportasi umum yang terjangkau, penambahan armada untuk menjangkau wilayah
pinggiran, serta harapan agar layanan BRT Trans Cirebon dapat kembali
dioperasionalkan guna mendukung mobilitas masyarakat dan ASN secara lebih ramah
lingkungan.
Wali Kota Cirebon, Effendi
Edo, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para ASN dan pegawai BUMD dalam
mendukung kebijakan ini. Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian penting
dalam membangun budaya kerja yang sehat, efisien, dan berwawasan lingkungan.
“Ini bukan sekadar kebijakan,
tetapi gerakan bersama untuk mengubah kebiasaan menuju pola hidup yang lebih
sehat dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi komitmen para ASN yang sudah
berpartisipasi. Ke depan, kita akan terus evaluasi dan tingkatkan dukungan,
terutama pada sektor transportasi umum,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna memastikan keberlanjutan program ini serta mendorong partisipasi yang lebih luas di masa mendatang.
Dokumentasi : Tim Media DP3APPKB Kota Cirebon
Pengolah Informasi/Penyunting : Annisa Nurul Pratiwi
Instagram : dp3appkb.kotacirebon
Kontak Perasaan : 0817122271
Terkini
Terpopuler