Musrenbang Forum Anak Kota Cirebon Soroti Gizi Anak, Ancaman Dunia Digital, hingga Kekerasan Anak
Cirebon – Anak-anak di Kota Cirebon menyampaikan berbagai aspirasi strategis terkait isu yang mempengaruhi kehidupan mereka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Kota Cirebon Tahun Perencanaan 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Kota Cirebon pada Sabtu (7/3).
Kegiatan yang digelar di kantor DP3APPKB Kota Cirebon ini
menjadi Musrenbang Forum Anak pertama di Kota Cirebon, sekaligus ruang
partisipasi anak dalam menyampaikan pandangan terhadap pembangunan yang
berkaitan langsung dengan pemenuhan hak-hak mereka.
Dalam forum tersebut, salah satu isu yang menjadi
perhatian adalah kecukupan gizi anak, termasuk pembahasan mengenai kandungan
gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anak-anak menilai komposisi gizi
dalam program tersebut perlu terus ditingkatkan agar dapat lebih optimal
mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak serta menjadi bagian dari solusi atas
persoalan gizi di Kota Cirebon.
Selain isu gizi, perwakilan anak dari berbagai kecamatan
dan kelurahan juga menyoroti ancaman dunia digital yang semakin kompleks.
Anak-anak menyampaikan kekhawatiran terhadap paparan konten negatif,
perundungan di media sosial, hingga interaksi digital yang berisiko bagi
perkembangan anak. Karena itu, mereka mendorong adanya penguatan regulasi,
pengawasan, serta penyediaan konten digital yang lebih ramah anak.
Forum ini juga mencatat bahwa pergaulan dan kenakalan anak semakin beragam dan kompleks, termasuk potensi keterlibatan dalam tawuran, geng motor, serta penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Anak-anak berharap adanya edukasi, pengawasan, serta ruang aktivitas positif yang lebih luas bagi anak dan remaja di Kota Cirebon. Selain itu, isu kekerasan terhadap anak masih menjadi perhatian di berbagai lingkungan. Para peserta menilai perlunya upaya pencegahan yang lebih sistematis, masif, dan berkelanjutan di semua tingkatan, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah daerah.
Dalam dokumen Suara Anak Daerah Kota Cirebon 2026,
anak-anak juga menyampaikan sejumlah rekomendasi lain kepada pemerintah daerah,
antara lain mempermudah akses dokumen kependudukan seperti akta kelahiran dan
KIA bagi seluruh anak, memperkuat peran Forum Anak hingga tingkat kecamatan dan
kelurahan, meningkatkan fasilitas ramah anak, serta menyediakan lebih banyak
wadah kreativitas dan pengembangan minat bakat bagi anak-anak di Kota Cirebon.


Kepala DP3APPKB Kota Cirebon menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya Musrenbang Forum Anak tersebut. Menurutnya, kegiatan ini
merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan terpenuhinya
hak partisipasi anak dalam pembangunan.
“Musrenbang Forum Anak ini menjadi langkah penting untuk
memberikan ruang bagi anak-anak menyampaikan pandangan mereka terhadap berbagai
persoalan yang mereka hadapi. Kami mengapresiasi inisiatif Forum Anak Kota
Cirebon. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi masukan penting bagi pemerintah
daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih ramah anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan
Sumber Daya Manusia yang mewakili Kepala Bapelitbangda Kota Cirebon menegaskan
bahwa Forum Anak merupakan potensi strategis dalam proses perencanaan
pembangunan daerah.
“Forum Anak memiliki peran penting sebagai wadah partisipasi anak agar perencanaan pembangunan semakin partisipatif dan responsif terhadap pemenuhan hak-hak anak. Forum Anak dapat menjadi representasi aspirasi anak-anak di Kota Cirebon,” ungkapnya.
Melalui Musrenbang ini, berbagai aspirasi anak diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak di Kota Cirebon.
Penulis : Tim Media DP3APPKB
Pengolah Informasi/Editor : Annisa Nurul Pratiwi
Infografis : Ibnu Pratama Wahyudin
Dokumentasi : Tim Media DP3APPKB
Instagram : dp3appkb.kotacirebon
Kontak Perasaan : 0817122271
Terkini
Terpopuler