KDM Support Kesehatan Jiwa: Jawa Barat Siapkan 200 Psikolog untuk Perkuat Layanan Kesehatan Mental Anak
Cirebon, 5 Maret 2026 - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat komitmen dalam menjaga kesehatan mental masyarakat, khususnya anak dan remaja. Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi dengan topik “Pelaksanaan Program Kesehatan Mental Anak di Jawa Barat”, yang membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan mental generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi.
Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa kesehatan mental anak menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perkembangan zaman, kemudahan akses digital, serta berbagai tekanan sosial yang dihadapi generasi muda membuat isu kesehatan mental tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan layanan kesehatan jiwa, Gubernur Jawa Barat menginisiasi program penyiapan 200 psikolog yang akan ditempatkan di berbagai wilayah di Jawa Barat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianty, menyampaikan bahwa para psikolog tersebut akan ditempatkan di berbagai unit layanan, termasuk UPTD, guna memperkuat pendampingan psikologis bagi masyarakat.
“Gubernur Jawa Barat menginisiasi penyiapan sekitar 200 psikolog yang nantinya akan ditempatkan di berbagai unit layanan. Para psikolog ini memiliki kompetensi sebagai psikolog klinis maupun psikolog forensik, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih komprehensif dalam penanganan berbagai persoalan psikologis,” ujarnya.
Program ini dirancang agar layanan psikolog dapat menjangkau hingga tingkat kabupaten dan kota, sehingga masyarakat, khususnya anak dan keluarga, dapat memperoleh akses layanan kesehatan mental secara lebih mudah.
Selain penempatan tenaga psikolog, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah menyiapkan layanan hotline kesehatan mental yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang konsultasi awal ketika menghadapi tekanan psikologis.
Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, sehingga masyarakat dapat memperoleh edukasi serta pendampingan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas pentingnya memperkuat peran berbagai pihak dalam menjaga kesehatan mental anak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Lingkungan pendidikan menjadi salah satu fokus utama, mengingat sekolah merupakan ruang penting bagi tumbuh kembang anak.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mendorong penguatan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta optimalisasi peran guru bimbingan konseling dan wali kelas sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mendampingi permasalahan psikologis siswa.
Selain itu, upaya pencegahan juga diperkuat melalui Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Satgas Sekolah Aman dan Nyaman, yang berfungsi sebagai media koordinasi dalam pencegahan dan penanganan berbagai persoalan yang dihadapi anak.
Melalui berbagai langkah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat membangun sistem dukungan kesehatan mental yang lebih kuat dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan anak-anak di Jawa Barat dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat secara mental, tangguh menghadapi tantangan kehidupan, serta mampu berkembang secara optimal di masa depan.
Penulis : Tim Media DP3APPKB
Pengolah Informasi/Editor : Annisa Nurul Pratiwi
Infografis : Ibnu Pratama Wahyudin
Instagram : dp3appkb.kotacirebon
Kontak Perasaan : 0817122271
Terkini
Terpopuler