Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kota Cirebon, Rabu (29/7/2026). Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" dan "Sayang Anak, Lindungi Anak, dan Bangun Masa Depan", kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Cirebon Effendi Edo, SAP., M.Si., didampingi Bunda GenRe Kota Cirebon sekaligus Bunda Forum Anak Kota Cirebon (FAC), Noviyanti Edo, S.E. Turut hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si., jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, camat, lurah, organisasi perempuan, rumah sakit, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader Pos KB, kelompok kegiatan (Poktan), Forum Anak Kota Cirebon, serta berbagai mitra pembangunan keluarga dan perlindungan anak.

Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Drs. Buntoro Tirto, A.P., M.H., menyampaikan bahwa peringatan Harganas dan HAN merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter, kesehatan, dan masa depan anak sehingga perlu menjadi perhatian bersama. "Melalui kolaborasi seluruh pihak, kami berharap keluarga di Kota Cirebon semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala OJK Kota Cirebon, Agus Munthoib, mengajak masyarakat membangun budaya literasi keuangan sejak dari lingkungan keluarga. Menurutnya, kebiasaan orang tua dalam mengelola keuangan akan menjadi teladan bagi anak sehingga mampu membentuk perilaku finansial yang sehat sekaligus mencegah berbagai risiko, seperti pinjaman online ilegal maupun judi online. "Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari teladan orang tuanya. Karena itu, literasi keuangan harus dimulai dari keluarga," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menyoroti prevalensi stunting di Kota Cirebon yang masih berada pada angka 19,7 persen. Ia menegaskan bahwa kehadiran ayah memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak, tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam pengasuhan.
Menurutnya, fenomena fatherless tidak hanya terjadi ketika ayah tidak hadir secara fisik, tetapi juga ketika anak kehilangan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional dari sosok ayah. Karena itu, tema "Ayah Wajib Hadir" menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan keluarga memerlukan peran ayah dan ibu yang saling melengkapi.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si., menegaskan bahwa membangun generasi unggul harus dimulai dari keluarga yang harmonis dan berkualitas. "Mengasuh anak bukan hanya tugas seorang ibu. Ayah juga harus hadir dan terlibat aktif dalam setiap proses tumbuh kembang anak. Ketika keluarga menjadi tempat yang aman dan penuh kasih sayang, anak akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan," tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam percepatan penurunan stunting, DP3APPKB Kota Cirebon bersama Rumah Zakat menyalurkan bantuan nutrisi berupa paket sembako kepada 10 keluarga penerima manfaat, yang terdiri atas lima ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan lima anak di bawah dua tahun (baduta) yang terindikasi stunting.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Pemerintah Kota Cirebon juga mencanangkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026 melalui penyerahan bendera secara simbolis kepada lima camat dan satu perwakilan Forum Anak Kota Cirebon sebagai wujud penguatan semangat nasionalisme menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Peringatan Harganas ke-33 dan HAN ke-42 juga diisi dengan penyampaian Suara Anak Daerah Tahun 2026, talkshow mengenai pentingnya peran ayah dalam membangun generasi emas, serta pemberian penghargaan kepada perangkat daerah, fasilitas kesehatan, kecamatan, kader, kelompok kegiatan, dan mitra yang telah berkontribusi dalam pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, pengembangan Kota Layak Anak, serta pemenuhan hak anak di Kota Cirebon.

Melalui peringatan Harganas ke-33 dan HAN ke-42, Pemerintah Kota Cirebon berharap semangat "Ayah Wajib Hadir" tidak hanya menjadi tema seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan terwujud keluarga yang semakin tangguh serta generasi Kota Cirebon yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dokumentasi : Tim Media DP3APPKB
Penulis Berita : Salsa Dwi Yunarpi
Pengolah Informasi / Penyunting : Annisa Nurul Pratiwi
Instagram : dp3appkb.kotacirebon
Kontak Perasaan: 0817122271