CIREBON – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon menggelar Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Aula Kantor DP3APPKB Kota Cirebon, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 29 peserta dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 18 Kota Cirebon ini bertujuan memperkuat implementasi pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah sebagai upaya mewujudkan Generasi  Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP3APPKB Kota Cirebon, Aan Siti Hasanah, S.K.M., M.Si., menyampaikan bahwa Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program strategis yang membahas persoalan kependudukan, yaitu dinamika penduduk, kualitas penduduk, isu lingkungan dan sosial serta mengintegrasikan berbagai isu penting, seperti generasi berencana, kesehatan reproduksi, perlindungan anak, pencegahan perundungan, serta pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan satuan pendidikan menjadi kunci dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

c074e996-a1c0-4a99-ad49-066eb7696c46.webp

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP Negeri 18 Kota Cirebon Yayan Herbiyanti Dewi Utami, S.pd. mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi yang diselenggarakan oleh DP3APPKB Kota Cirebon. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan implementasi Sekolah Siaga Kependudukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan disampaikan oleh, Ecin Hendrayani, S.Kep., Ners., M.Si. memaparkan konsep Sekolah Siaga Kependudukan sebagai strategi mengintegrasikan materi Bangga Kencana ke dalam proses pembelajaran maupun budaya sekolah. Melalui program ini, peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang berwawasan kependudukan sehingga siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam pemaparannya, juga mengulas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti pernikahan usia anak, penyalahgunaan narkoba, perundungan, kesehatan mental remaja, penggunaan gawai secara berlebihan, hingga pentingnya peran keluarga dalam pengasuhan anak. Seluruh isu tersebut diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler di sekolah sebagai bagian dari implementasi Sekolah Siaga Kependudukan.

9098d3c6-4679-4292-93a7-4d9476e78eec.webp3059d432-ea46-40a4-b858-8d0465a1211d.webp

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing session oleh Lusti Damayanti, S.Pd. dari SMP Negeri 3 Kota Cirebon. Membagikan praktik baik penerapan Sekolah Siaga Kependudukan di sekolahnya. Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai strategi mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam budaya sekolah secara efektif.

Melalui sosialisasi ini, DP3APPKB Kota Cirebon berharap implementasi Sekolah Siaga Kependudukan dapat terus diperluas di seluruh satuan pendidikan sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berwawasan kependudukan sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Dokumentasi : Stevany Anindya Rahmawati

Penulis Berita : Stevany Anindya Rahmawati

Pengolah Informasi / Penyunting : 

  1. Annisa Nurul Pratiwi

  2. Stevany Anindya Rahmawati

Instagram : dp3appkb.kotacirebon

Kontak Perasaan: 0817122271