Cirebon - Pencegahan dan penurunan angka stunting bukan sekadar persoalan target dan kesehatan medis, melainkan upaya mutlak dalam pemenuhan hak dasar setiap anak untuk tumbuh, berkembang, dan terlindungi secara optimal. Pemerintah Kota Cirebon melalui Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) terus memperkuat langkah konvergensi demi mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaulat.
Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi TP3S Kota Cirebon pada Kamis, 13 Agustus 2026, tercatat prevalensi stunting pada Semester I Tahun 2026 berada di angka 14,13%. Angka ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak terhadap gizi buruk masih membutuhkan kerja keras bersama, mengingat target prevalensi stunting yang ditetapkan dalam RKPD Kota Cirebon Tahun 2026 adalah sebesar 13,05%.

Meski Kecamatan Kesambi dan Kejaksan telah berhasil mencapai target penurunan, keadilan pemenuhan gizi masih perlu diarahkan pada wilayah lain, yakni Kecamatan Harjamukti, Lemahwungkuk, dan Pekalipan. Secara spesifik, penguatan intervensi akan diprioritaskan pada lima kelurahan dengan prevalensi stunting tertinggi: Drajat, Kecapi, Pegambiran, Argasunya, dan Pekalangan.
Sepanjang Semester I, beragam upaya sistematis lintas sektor telah dilaksanakan sebagai wujud tanggung jawab negara dan pemerintah daerah, di antaranya:
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin setiap bulan di 350 Posyandu di Kota Cirebon.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan yang menyasar 206 ibu hamil dan 2.540 balita kurang gizi.
Penyelenggaraan edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) serta rujukan bagi balita yang bermasalah dengan gizi ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Kendati demikian, perlindungan anak melalui pemenuhan gizi ini menghadapi sejumlah kendala. Terdapat indikator intervensi yang masih belum mencapai target, khususnya pada program pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan kelengkapan imunisasi bagi baduta (bayi di bawah dua tahun).
Menindaklanjuti hal tersebut, kesepakatan rapat menegaskan perlunya percepatan intervensi mulai dari ranah hulu, dengan memprioritaskan ibu hamil dan baduta.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan kedaulatan masa depan bangsa. Melalui integrasi data dan aksi konvergensi yang tercatat pada Web Aksi Bangda, komitmen pemerintah terus dipantau agar penanganan stunting tidak berjalan secara sektoral. Diperlukan sinergi antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, masyarakat, dan keluarga untuk memastikan setiap anak terjamin kelangsungan hidupnya. Mari bersama kita penuhi hak setiap anak untuk tumbuh sehat. Karena menjaga anak Cirebon dari stunting adalah wujud nyata menjaga dan membangkitkan tunas bangsa.
Penulis :
Radhita Syafarillah
Alya Maulida
Pengolah Informasi/Penyunting :
Annisa Nurul Pratiwi
Radhita Syafarillah
Alya Maulida
Kontak Perasaan : 0817122271
Instagram : dp3appkb.kotacirebon