Wali Kota Cirebon Dorong Energi Berkelanjutan melalui Kendaraan Listrik dan Penataan Infrastruktur Kota
Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon menegaskan arah pembangunan kota berbasis energi berkelanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi tantangan fiskal dan perubahan iklim. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Cirebon dalam Rapat Pimpinan Pemerintah Kota Cirebon, Selasa (14/1/2026).
Wali Kota menyampaikan bahwa transisi menuju energi ramah lingkungan bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi juga strategi efisiensi, kemandirian energi, dan peningkatan kualitas ruang kota. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penggunaan kendaraan listrik di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, dimulai dari kendaraan dinas pejabat Eselon II.
“Pemanfaatan kendaraan listrik adalah simbol perubahan cara berpikir pembangunan kota. Kita ingin efisien secara energi, ramah lingkungan, dan memberi contoh langsung kepada masyarakat,” ujar Wali Kota.
Sejalan dengan kebijakan penggunaan kendaraan listrik, Pemerintah Kota Cirebon menyiapkan infrastruktur pendukung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Listrik (SPBL) yang dikembangkan melalui kerja sama non-APBD dengan mitra swasta, dengan potensi pembangunan ratusan titik di berbagai lokasi strategis kota. Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat adopsi kendaraan listrik, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru bagi daerah melalui optimalisasi aset kota.
Selain mendorong transisi energi, Wali Kota Cirebon juga memprioritaskan penataan infrastruktur kota dengan memindahkan kabel dan jaringan utilitas dari permukaan ke bawah tanah melalui sistem ducting kota, guna meningkatkan keselamatan, estetika, keandalan jaringan, serta mewujudkan tata kelola infrastruktur yang lebih tertib dan berkelanjutan.
“Penataan kabel bukan hanya soal keindahan kota, tetapi juga keselamatan warga, efisiensi pemeliharaan, dan potensi pendapatan daerah jika dikelola dengan baik,” tegas Wali Kota.
Dengan keterbatasan fiskal yang dihadapi pada tahun anggaran 2026, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan hijau (green development) harus menjadi solusi melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, BUMD, dan mitra swasta, seraya optimistis langkah ini akan memperkuat posisi Kota Cirebon sebagai pelopor transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat, sekaligus menciptakan kota yang lebih aman, bersih, dan nyaman bagi warganya.
Menutup arahannya, Wali Kota mengingatkan seluruh jajaran agar kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada kemanfaatan jangka panjang. “Berbuat kebaikan dan memberi kemanfaatan dalam amanah selagi mempunyai kewenangan,” pungkasnya.
Penulis : Tim Media DP3APPKB
Pengolah Informasi/Editor : Annisa Nurul Pratiwi
Olah Grafis : TIm Media DP3APPKB
Instagram : dp3appkb.kotacirebon
Terkini
Terpopuler