Peringati Harganas ke-33 dan HAN ke-42, Pemkot Cirebon Perkuat Peran Keluarga Wujudkan Generasi Berkualitas
Peringatan Harganas ke-33 dan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga melalui pengasuhan yang melibatkan peran aktif ayah dan ibu, sekaligus membangun kolaborasi untuk mewujudkan generasi Kota Cirebon yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Coming Soon! HARGANAS ke 33 dan HAN ke 42 Tingkat Kota Cirebon
Melalui HARGANAS ke-33 dan HAN ke-42, mari bersama memperkuat peran keluarga, menghadirkan sosok ayah bagi anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih demi membangun masa depan anak yang gemilang
Melalui Kampung SETARA, DP3APPKB Kota Cirebon Perkuat Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Perlindungan Anak
Membangun generasi yang sehat dan berkualitas dimulai dari pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi serta kepedulian terhadap perlindungan anak. Melalui edukasi dan sinergi semua pihak, kita wujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak serta remaja
Orang Tua adalah Rumah Pertama: Saatnya Lebih Peka Mencegah Kekerasan pada Anak
Kekerasan tidak pernah lahir tiba-tiba. Ia tumbuh dari emosi yang tak terkelola dan kurangnya ruang aman untuk bercerita. Rumah harus menjadi tempat ternyaman bagi anak, didengar, dipahami, dan didampingi, agar masa depan mereka terlindungi dari luka dan penyesalan.
Bangun Kepercayaan Anak, Kota Cirebon Perkuat Upaya Pencegahan Kekerasan
Orang tua adalah rumah pertama dan terakhir bagi anak. Anak adalah anak kita bersama, sehingga perlindungan bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat. Dengan kehadiran fisik dan emosional orang tua, anak dapat tumbuh merasa aman, didengar, dan berani menyampaikan apa yang mereka rasakan tanpa rasa takut
Pers Beretika : Hadirkan Ruang Informasi Aman bagi Anak di Era Digital
Pers tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan dengan melindungi hak dan martabat anak. Di era citizen journalism, etika pemberitaan dan literasi media menjadi kunci menghadirkan ruang informasi yang aman, empatik, dan berpihak pada masa depan anak.
Tragedi Gunung Slamet : Empati Kemanusiaan dan Perlindungan Kelompok Rentan
Tragedi Gunung Slamet adalah duka bersama. Di tengah kondisi alam ekstrem dan kehilangan manusia, spekulasi di ruang digital tanpa empati dapat berubah menjadi kekerasan baru. Korban, keluarga, penyintas, dan anak-anak berhak dilindungi, bukan dihakimi
Kebiri Kimia : Sejarah Baru dalam Peradilan Kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Pengadilan menjatuhkan hukuman berat, termasuk kebiri kimia dan pengumuman identitas pelaku, sebagai langkah tegas negara melindungi anak dari kekerasan seksual. Putusan ini menegaskan bahwa kejahatan terhadap anak tidak akan ditoleransi dan akan ditindak dengan sanksi paling berat