Pertanyaan ini sering muncul di kalangan muslimah: bagaimana jika seorang wanita sedang mengalami haid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan? Apakah ia masih berkesempatan meraih keutamaan Lailatul Qadar?
Jawabannya, tentu saja masih bisa. Dalam Islam, bentuk ibadah tidak terbatas pada shalat dan puasa saja.
Hal ini dapat dipahami dari kisah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Saat dalam perjalanan menunaikan ibadah haji, beliau mengalami haid di Bir ‘Ali (miqat). Kondisi tersebut membuat beliau merasa sedih karena mengira tidak dapat menjalankan rangkaian ibadah haji seperti jamaah lainnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Lakukanlah apa yang dilakukan oleh jamaah haji, hanya saja jangan melakukan thawaf di Ka'bah sampai engkau suci,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari
hadis ini para ulama pun menjelaskan bahwa seorang
wanita yang haid tidak terhalang dari semua ibadah, tetapi hanya dari beberapa
ibadah tertentu seperti, shalat; puasa; dan thawaf, selain ibadah tersebut tetap bisa dilakukan.
Amalan Wanita Saat Haid di 10 Malam Terakhir
1. Memperbanyak Dzikir
- Subhanallah,
- Alhamdulillah,
- Laa ilaaha illallah,
- Allahu Akbar,
- Istighfar.
2. Memperbanyak Doa
Doa adalah amalan utama di malam Lailatul Qadar. Doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah :
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini bisa dibaca, ketika berdzikir, ketika duduk, ketika menjelang tidur, ketika menyiapkan sahur.
3. Niat Ibadah Dalam Aktivitas Rumah Tangga
Dalam Islam ada kaidah penting :
الوسائل لها أحكام المقاصد
"Sarana dihukumi sesuai dengan tujuannya."
Sebuah aktivitas biasa bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk ibadah.
Misalnya :
- menyiapkan makanan sahur,
- menyiapkan buka puasa,
- melayani keluarga.
Jika diniatkan untuk membantu orang berpuasa dan beribadah, maka itu menjadi amal ibadah.
Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah
Dalam Islam, ibadah terbagi menjadi dua. Ibadah mahdhah yaitu ibadah yang tata caranya telah ditentukan, seperti shalat, puasa, dan haji. Sedangkan ibadah ghairu mahdhah adalah aktivitas sehari-hari yang menjadi ibadah karena niat, seperti bekerja, belajar, memasak, atau membantu keluarga.
Rasulullah mencontohkan bahwa aktivitas biasa pun bisa bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah, bahkan tidur untuk menjaga kekuatan beribadah.
Begitu pula bekerja, menafkahi keluarga, atau menyiapkan sahur dan berbuka dapat menjadi ibadah jika diniatkan dengan baik. Rasulullah ﷺ bersabda, “Niat seorang mukmin lebih baik daripada amalnya.”
Kabar baiknya, ketika seseorang terhalang beribadah karena uzur seperti sakit, safar, atau haid, pahalanya tetap dicatat oleh Allah jika ia biasa melakukannya.
Karena itu, muslimah tidak perlu bersedih saat haid di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Masih banyak ibadah yang bisa dilakukan seperti dzikir, doa, istighfar, mendengarkan Al-Qur’an, serta membantu keluarga beribadah. Semoga Allah tetap memberikan keberkahan Lailatul Qadar. Aamiin.
Penulis : Suwarso Budi Winarno
Pengolah Informasi/Editor : Annisa Nurul Pratiwi
Infografis: Ibnu Pratama Wahyudin
Instagram : dp3appkb.kotacirebon