Kependudukan tidak hanya berkaitan dengan jumlah penduduk, tetapi juga dengan kualitas kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Karena itu, pemahaman mengenai kependudukan penting dikenalkan sejak dini, terutama kepada remaja sebagai generasi penerus pembangunan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), yaitu program yang mengintegrasikan materi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) ke dalam pembelajaran di sekolah. SSK bertujuan membangun pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa yang berwawasan kependudukan.

Bagi remaja, wawasan kependudukan dapat diterapkan melalui berbagai hal sederhana. Mulai dari rajin belajar dan meningkatkan keterampilan, menerapkan pola hidup sehat, menjaga kesehatan reproduksi, menghindari pernikahan anak, hingga menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Remaja juga perlu memahami pentingnya perencanaan keluarga sebagai bekal membangun keluarga yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Pemahaman tersebut semakin penting karena remaja menghadapi berbagai tantangan, seperti bullying, kekerasan, serta penggunaan gawai secara berlebihan. Lingkungan sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman, sementara penggunaan teknologi perlu dilakukan secara bijak agar tidak mengganggu aktivitas, waktu istirahat, maupun kesehatan.

Melalui pendidikan kependudukan, generasi muda diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi pribadi yang sehat, produktif, berdaya saing, serta mampu mengambil keputusan yang tepat bagi masa depannya. Hal ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Memahami kependudukan sejak dini berarti mempersiapkan generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.

Infografis: Stevany Anindya Rahmawati

Penulis Berita : Stevany Anindya Rahmawati

Pengolah Informasi / Penyunting : 

  1. Annisa Nurul Pratiwi

  2. Stevany Anindya Rahmawati

Instagram : dp3appkb.kotacirebon

Kontak Perasaan: 0817122271